Tuesday, November 29, 2011

MASRUCHAH HARUS MINTA MAAF KEPADA ANAND KRISHNA DAN MUNDUR DARI PENGURUS KOMNAS PEREMPUAN & ANAK

Statemen WaKa Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA), Masruchah yang menyamakan keputusan pengadilan membebaskan Anand Krishna sebagai contoh kasus "kekerasan terhadap perempuan", bukan saja keliru secara substansial, tetapi juga ngawur dan bodoh. Terus terang saya belum  kenal secara pribadi dengan Masruchah, juga tidak tahu sampai dimana pemahaman dan kemampuannya dalam membela hak-hak asasi kaum perempuan.Tetapi dari sinyalemen bodoh itu saja saya sudah bisa ambil kesimpulan bahwa dia tidak tepat dan tidak layak menjadi pimpinan KPPA.

Kasus fitnah thd Anand Krishna (AK) justru melecehkan gerakan kaum perempuan karena para pemfitnah itu telah memanipulasi kelemahan dan ketakberdayaan kaum perempuan untuk kepentingan mereka. Justru KPAA mestinya berterimakasih kepada Pengadilan karena telah membebaskan korban fitnah dan sekaligus menjadikan kasus in sebagai "lesson learned" agar kaum perempuan tdk selalu dikibuli oleh para tukang fitnah.

Bagi saya, perjuangan kaum perempuan dan anak-2 utk mendapatkan hak-2 asasi mereka sangatlah penting dan untuk itu perlu dipimpin oleh mereka yang paham soal perjuangan kaum perempuan. Bukan dipimpin para politisi yang berkedok sebagai aktifis peremPuan saja. Sayang sekali KPPA bukannya menjadi corong dan garda depan bagi kaum perempuan yg tertindas dan dimanipulasi oleh kekuatan besar di negeri ini, tetapi justru menjadi bagian dari masalah.

Usul saya sederhana saja: Masruchah minta maaf kepada Pak AK dan para pengikutnya, lalu mengundurkan diri sebagai pimpinan KPPA.

Selanjutnya baca tautan di bawah ini:

http://www.antarabali.com/berita/16600/pendukung-anand-krishna-protes-pernyataan-komnas-perempuan
Share:

5 comments:

  1. Terimakasih dukungannya Pak AS Hikam. Maaf sedikit koreksi, Masruchah harusnya mundur dari Komnas Perempuan, bukan dari KPAA. Sekali lagi terimakasih dan salam hangat dari Jogja.

    ReplyDelete
  2. Terimakasih dukungannya Pak AS Hikam. Maaf sedikit koreksi, Masruchah harusnya mundur dari Komnas Perempuan, bukan dari KPAA. Sekali lagi terimakasih dan salam hangat dari Jogja.

    ReplyDelete
  3. Saya sangat setuju Bapak. Masruchah harus minta maaf secara terbuka di media-media kepada Bapak Anand Krishna dan dengan jiwa besar mundur dari KPAA. Kita bersihkan sisa-sisa komplotan konspirasi, sisa-sisa kanker yang mencoba bangkit kembali dengan fitnah kejinya.... Terimakasih Bapak...kita melangkah bersama demi kepentingan Bangsa Indonesia dan kemanusiaan kita!

    ReplyDelete
  4. bukan KPAA, tapi komnas perempuan...

    ReplyDelete
  5. apapun alasannya fitnah sangat berbahaya n memang merusak...Selamat Anand Krisna..untuk pak hikam kalau tidak keberatan berkunjung di gubukku juga pak..saya sudah follow blog bapak atas nama Subhan Agung

    ReplyDelete

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS